Jangan lewatkan artikel lainnya dengan mengeklik tombol like

Iklan Pop up Warning

Pasang Iklan Gan

Iklan

Pasang Iklan Gan

7 Hewan Indikator Pencemaran dan Perubahan Lingkungan


7 Hewan Indikator Pencemaran dan Perubahan Lingkungan - Manusia hidup dalam ruang lingkup lingkungan. Setiap aktifitas manusia akan berdampak pada kondisi lingkungan yang ditempatinya. Baik itu aktifitas kecil seperti bernafas ataupun aktifitas yang lebih berpengaruh seperti membuang sampah, menebang atau menanam pohon, sampai memancing ikan, semua kegiatan itu berdampak terhadap lingkungan. Bahkan di saat kita sedang bekerja, pasti ada aktifitas kita yang memberi pengaruh terhadap lingkungan. Mulai dari perjalanan berangkat di perjalanan, dengan kendaraan apa kita pergi bekerja, sampai aktifitas yang dilakukan di tempat kerja atau sekolah.

Jika dirata rata, kebanyakan aktifitas manusia adalah aktifitas yang berdampak buruk pada ekosistem atau lingkungan. Hal tersebut bisa dilihat dalam keseharian. Berapa banyak air yang terbuang percuma, berapa banyak limbah rumah tangga yang dibuang sembarangan, berapa banyak pohon yang ditebang dibanding pohon yang ditanam, berapa banyak kendaraan yang mengeluarkan polusi, berapa banyak sampah yang dibuang sembarangan dan sebagainya. Aktifitas di atas adalah salah satu aktifitas yang bila dilakukan terus menerus akan berdampak buruk pada lingkungan.
Bahkan, alam atau lingkungan yang kita tempati kondisinya semakin memburuk hari demi hari. Pencemaran dapat kita jumpai dimana mana. Jika kalian belum menemukan pencemaran di daerah kalian, maka bersyukurlah.
Pencemaran dapat ditandai oleh berbagai hewan yang disebut indikator pencemaran. Berikut adalah hewan atau binatang indikator pencemaran lingkungan.


1. Capung

Capung atau dalam bahasa jawa disebut kinjeng adalah hewan indikator yang sering kita jumpai. Capung adalah serangga yang tergolong ke dalam bangsa Odonata.
Capung hidup di kebun, hutan, sawah, sungai, danau, hingga ke lingkungan perumahan dan lingkungan perkotaan. Capung bisa ditemukan mulai dari tepi pantai hingga ketinggian lebih dari 3.000 m dpl.
Siklus hidup capung, dari telur hingga dewasa bervariasi antara enam bulan sampai enam atau tujuh tahun. Capung meletakkan telurnya pada tetumbuhan yang berada di air. Beberapa jenis capung ada yang senang dengan air menggenang, namun ada pula yang senang menaruh telurnya di air yang agak deras.
Air adalah media yang sangat penting bagi perkembang biakan capung, maka dari itu apabila perairan tempat habitat capung sudah tercemar, capung akan sulit untuk berkembang biak. Capung hanya bisa berkembang biak di lingkungan yang bersih. Maka dari itu populasi capung dapat dijadikan indikator pencemaran perairan. Semakin banyak capung maka lingkungan perairan yang ada di sekitar habitatnya masih dalam keadaan bersih atau belum tercemar.


2. Belut

Belut adalah sejenis ikan anggota suku Synbranchidae, yang mempunyai nilai ekonomi dan ekologi. Walaupun penampilannya mirip reptil tapi hewan ini tergolong sebagai ikan. Belut memiliki habitat di perairan, tapi sering kita jumpai di area persawahan.
Walaupun ada yang habitatnya di air dan lumpur, belut di sini dijadikan indikator pencemaran tanah.
Kenapa? Karena belut adalah hewan yang tidak tahan terhadap zat kimia. Sawah yang telah disebar zat kimia tidak akan kita jumpai hewan tersebut. Belut tidak bisa hidup dengan air PDAM karena mengandung zat-zat kimia (kaporit). Belut juga tidak bisa hidup dengan Air sumur karena memiliki kadar oksigen yang rendah.


3. Ikan Sapu Sapu

Ikan sapu sapu adalah hewan yang mempunyai kemampuan untuk hidup di lingkungan apapung. Ikan ini bisa dijumpai di dalam got, kolam, sungai, bahkan dapat dijumpai di perairan yang tingkat pencemarannya tinggi.
Karena kemampuannya yang bisa hidup di tempat kotor maka ikan ini bisa dijadikan sebagai indikator pencemaran. Apabila sebuah perairan dengan populasi ikan sapu sapu yang tinggi, dibanding ikan jenis lain, maka tingkat pencemaran lingkungan tersebut sudah sangat memprihatinkan.


4. Planaria atau Cacing Pipih

Hewan Bioindikator selanjutnya adalah Planaria atau Cacing pipih. Hewan ini dapat dijumpai di sepanjang sungai atau perairan yang sangat jernih atau belum tercemar. Tercemar sedikit saja planaria tidak akan mampu bertahan hidup, apalagi bereproduksi.

5. Burung

Burung di sini adalah Burung pada umumnya yang sering kita jumpai seperti Burung Kutilang, Pleci, dsb. Hampir semua burung dapat dijadikan indikator pencemaran udara. Apabila pada suatu daerah masih terdapat banyak populasi burung maka daerah tersebut masih memiliki udara yang sejuk dan banyak oksigen. Lain lagi dengan daerah yang jarang dijumpai pepohonan, di daerah tersebut burung akan sulit untuk dijumpai.
6. Ikan Cupang

Banyak sekali jenis ikan yang dapat dijadikan indikator. Salah satu jenis ikan sekitar kita atau yang sering kita jumpai dan bisa dijadikan indikator adalah Ikan Cupang. Ikan Cupang merupakan jenis ikan air tawar yang banyak dijumpai di daerah tropis.
Habitat ikan Cupang berada di perairan dangkal seperti rawa rawa, danau, atau sungai yang memiliki arus tenang.
Ikan cupang memiliki kelebihan yakni memiliki daya tahan yang membuatnya sanggup hidup di dalam air yang minim oksigen. Walaupun begitu, ikan ini tidak tahan terhadap pencemaran.

7. Kodok dan Katak

Kedua hewan ini memang bukanlah hewan yang sama namun memiliki banyak kesamaan. Keduanya juga dapat dijadikan indikator perubahan dan pencemaran lingkungan.
Populasi kodok berkurang karena hilangnya habitat seperti penggundulan hutan hujan tropis, pencemaran air sungai dan konversi lahan basah menjadi areal perkebunan.

Sementara untuk amfibi yang sering kita jumpai dan bisa dijadikan indikator adalah Rana sp (Katak), hewan ini hanya bisa hidup pada daerah dengan air yang jernih, tapi tidak jernih banget, pada batas toleransi tertentu. Apabila katak sudah tidak dapat atau susah ditemui maka dapat dikatakan bahwa pencemaran di daerah tersebut sudah parah.

Masih banyak sekali hewan yang dapat dijadikan bioindikator lingkungan seperti Kepiting, Tawon dan serangga lain, tapi artikel ini hanya memilih beberapa hewan saja. Mungkin ada beberapa hewan indikator di pesisir pantai yang tidak masuk ke dalam artikel ini.
Terima kasih sudah membaca artikel ini, bila ada kesalahan data atau penulisan mohon kritikannya dengan berkomentar.

2 Responses to "7 Hewan Indikator Pencemaran dan Perubahan Lingkungan"

  1. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus

Jangan lupa untuk komen gan :D
Masak baca doang ga komen :'(
klo ada yg ditanyakan atau request silahkan. Saya balas secepatnya
Komen apa gitu kek. Biar ngga sepi blognya

Paypal